PSBB dan Lelucon



Catatan: Gambar diambil sebelum (PSBB)

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah istilah kekarantinaan kesehatan di Indonesia yang didefinisikan sebagai "Pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit, sebut saja gorontalo salah satu daerah yang memberlakukan PSBB tersebut.

Membahas PSBB berarti tidak lepas dari aturan aturan yang diberlakukan, salah satu peraturan yang kontroversi yaitu tentang pelarangan berboncengan menggunakan kendaraan roda dua, yaitu pernyataan yang dilontarkan oleh bapak Gubernur Gorontalo melalui siaran pers, dalam vidio tersebut terdengar suara salah soerang wartawan yang menanyakan "Pak Gub, bagaimana yang suami istri pak gub? Yang berboncengan," Seketika bapak gubernur menjawab "Tidak boleh. Kalau ada motor dua, pake motor. Ada Ojek Online, pake ojol aja," sontak viral vidio tersebut dan menjadi polemik.

Ahh menanggapi dengan biasa biasa saja saya rasa itu hanyalah sekedar lelucon yang  dikeluarkan oleh bapak gubernur.

Tapi, ternyata pikiran saya itu coba dibantahkan oleh kejadian sore tadi, sekitar pukul 16:30 kerabat (sepupu) saya pergi kepasar untuk berbelanja kebutuhan pokok dan sekaligus membeli takjil untuk berbuka puasa, nahas ketika pulang dari pasar ternyata sudah banyak aparat keamanan berjaga dipersimpangan.

Singkat cerita, ketika mereka lewat di persimpangan tersebut seorang aparat keamanan memberhentikan kendaraan mereka, "berhenti…berhenti… kalian ini tidak mau mematuhi aturan yah?" dengan spontan kerabat saya itu menjawab "aturan apa ya pak? kita kan sudah pakai helm, pakai masker lagi" sambil geleng geleng kepala pak polisi "kan ada peraturan bahwa kendaraan maksimal ditumpangi 50 persen dari kapasitasnya, jadi kalau roda dua itu hanya boleh mengangkut 1 orang tidak boleh lebih" ujar polisi tersebut, dengan sedikit kesal sepupu saya katakan "tapi kita berdua kan kaka beradik tinggal satu rumah lagi pak" polisi itu "Hmm... Jangankan kaka beradik suami istri pun kalau berboncengan menggunakan sepeda motor tidak boleh tanpa terkecuali".

Haaaa, sambil termenung ketika selesai melihat sepupu saya pulang yang satu menggunakan sepeda motor dan yang satunya lagi naik bentor dan selesai mendengar cerita tersebut, saya langsung berfikir dalam hati sambil bertanya, memang beda yah kalau kaka beradik berboncengan dan tinggal satu rumah apalagi satu kamar ?.

Hmmmm... Ingin rasanya tertawa sambil terbahak bahak, tapiiiiiii ah..sudahlah!!!


Oleh: Surdin

11 Mei 2020


Komentar

Posting Komentar